PRESENTASI E-LEARNING KIMIA HASIL PENGEMBANGAN
PERKEMBANGAN TEORI ATOM
Link: https://www.youtube.com/watch?v=i83UO5ZvXU8
Tujuan::
1. siswa dapat menjelaskanperkembangan model atom Dalton dengan tepa
2. siswa dapat menjelaskanperkembangan model atom Thomson dengan tepat
3. siswa dapat menjelaskanperkembangan model atom Rutherford dengan tepa
4. siswa dapat menjelaskankelemahan model atom Rutherford dengan tepat
5. siswa dapat menjelaskanperkembangan model atom Niels Bohr dengan tepat
Asal usul Teori Atom
Kata atom berasal dari bahasa Yunani yaitu ”atomos” yang berarti ”tidak dapat dibagi”. Konsep dasar atom pertama kali dikemukakan oleh Democritus (orang Yunani)pada awal abad ke-4 Sebelum Masehi.
Beberapa teori yang menjelaskan tentang atom adalah sebagai berikut :
Model Teori Atom John Dalton
John Dalton pada tahun 1803 mengemukakan pendapatnaya tentang atom. Teori atom Dalton didasarkan pada dua hukum, yaitu hukum kekekalan massa (hukum Lavoisier) dan hukum susunan tetap (hukum prouts). Lavosier mennyatakan bahwa “Massa total zat-zat sebelum reaksi akan selalu sama dengan massa total zat-zat hasil reaksi.” Sedangkan Prouts menyatakan bahwa “Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa selalu tetap.
Model Teori Atom JJ. Thomson
J.J. Thomson pada awal 1900an, mengemukakan teori baru tentang atom. Menurutnya di dalam atom terdapat partikel elektron dan proton. Berdasarkan hasil eksperimennya, proton memiliki massa yang jauh lebih besar dibandingkan elektron, sehingga model atom Thomson menggambarkan atom sebagai proton tunggal yang besar.
Di dalam proton terdapat elektron elektron yang menetralkan adanya muatan positif dari proton. Menurut Thomson, atom terdiri dari suatu bulatan bermuatan positif dengan rapat muatan yang merata. Di dalam muatan positif ini tersebar elektron dengan muatan negatif yang besarnya sama dengan muatan positif. Secara garis besar teori atom thomson adalah “Atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan didalamya tersebar muatan negatif elektron.”
Secara sederhana model atom thomson dapat analogikan sebagai jambu biji yang telah dikelupas kulitnya. Biji jambu yang tersebar merata dimodelkan sebagai elektron dan bulatan daging jambu yang pejal dimodelkan sebagai proton.
Model Atom Rutherford
Pada tahun 1910 Rutherford bersama dua orang muridnya (Hans Geiger dan Erners Masreden) melakukan percobaan yang dikenal dengan hamburan sinar alfa (λ) terhadap lempeng tipis emas. Dari hasil pengamatannya ditemukan bahwa sebagian besar partikel alfa mampu menembus lembaran emas tanpa dibelokkan.
Bersamaan dengan itu, Rutherford juga menemukan partikel alfa yang dibelokkan sedikit, namun dengan sangat mengejutkan, Rutherford juga menemukan beberapa partikel alfa yang dibelokkan pada sudut yang sangat tajam kembali ke sumber radioaktif. Untuk menjelaskan adanya sebagian besar partikel-α yang menembus lempeng emas tanpa dibelokkan, Rutherford kemudian mengembangkan model inti atom.
Model Atom Niels Bohr
Pada tahun 1913, Neils Bohr memperbaiki kegagalan atom Rutherford melalui percobaannya tentang spektrum atom hidrogen. Berdasarkan hasil percobaannya Bohr memberikan gambaran keadaan/kedudukan orbit elektron dalam menempati daerah di sekitar inti atom. Menurut Bohr elektron mengelilingi inti atom pada orbit tertentu, hanya terdapat orbit dalam jumlah tertentu dan perbedaan antar orbit satu dengan yang lain adalah jarak orbit dari inti atom.
Keberadaan elektron baik di orbit yang rendah maupun yang tinggi sepenuhnya tergantung oleh tingkatan energi elektron. Sehingga elektron di orbit yang rendah akan memiliki energi yang lebih kecil daripada elektron di orbit yang lebih tinggi.
Permasalahan :
1. Bagaimana pengembangan E-learning untuk sekolah-sekolah yang jauh dari jangkuan internet?
2. Apakah metode e-learning tanpa tatap muka dapat memberikan hasil yang maksimal?
3. Apa saja kelemahan dari metode e-learning?
Saya akan mencoba menjawab permasalahan dari saudari dearika no. 3. Menurut saya Adapun kekurangan dari sistem pembelajaran E-Learning adalah sebagai berikut:
BalasHapusKecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial.
Proses belajar dan mengajarnya cenderung kearah pelatihan daripada pendidikan.
Berubahnya peran guru dan yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT.
Siswa yang tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal
Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet (mungkin hal ini berkaitan dengan masalah tersedianya listrik, telepon, ataupun komputer).
Kurangnya penguasaan komputer.
Kurangnya interaksi antara guru dan siswa bahkan antar-siswa itu sendiri. Kurangnya interaksi ini bisa memperlambat terbentuknya values dalam proses belajar-mengajar. Sedangkan kekurangan pada penerapan Blended Learning menurut analisis yang saya lakukan adalah bahwa penerapan ataupun penggunaan blended learning ini sangat baik, di mana sistem pembelajaran campuran antara pembelajaran on line (melalui media internet) dan juga pembelajaran face – to- face (tatap muka langsung dengan pengajar) , Kelebihan lainnya adalah, pengajar mampu memonitor perkembangan siswa ,karena hal itulah membuat saya sendiri binggung apa kekurangan dari sistem pembelajaran ini.
Izin menjawab permasalahan no 2
BalasHapusApakah di kuliah online bakalan menggantikan kuliah konvensional, sehingga nggak perlu lagi ada kuliah tatap muka dan di masa depan kampus jadi “museum”?
Kalau kata pak menteri Mohamad Nasir sih begini, “Kita harus dorong perguruan tinggi mengikuti perkembangan teknologi, misalnya nanti diarahkan kepada “classroomless”, “borderless”, dan “paperless” yang sudah berbasis teknologi informasi.”
Yup, perkembangan teknologi memang menembus batas ruang dan waktu, dan menjadikan semua serba digital. Kalau di dunia kerja ada istilah remote working atau work from home, yaitu bekerja jarak jauh dan tidak di kantor, maka bukan nggak mungkin ada kelas jarak jauh dengan kuliah online, kan?
Tapi, kegiatan di kampus bukan sekadar bangunan fisik dan materi kuliah yang bisa dengan mudahnya dikonversikan ke versi online. Ada interaksi sosial, pengalaman, serta memori yang hanya kamu dapatkan dengan ngampus.
Saya akan menjawab permasalahan pertama
BalasHapusPerkembangannya masih kurang, e-learning belum mampu menjadi multimedia bagi sekolah, guru dan siswa dalam proses pembelajaran. E-learning seharusnya merupakan proses kegiatan belajar mengajar yang utama, tetapi banyak sekolah yang menjadikan e-learning proses kegiatan belajar tambahan dan masih menggunakan kegiatan dikelas yang utama